Kebahagiaan

Sebelum semuanya terlambat

Sebelum semuanya terlambat, seusai kehadiran sang pencipta luka merasa hebat. Kini, hanya merangkai senyuman di balik ketegaran hati, dan sebelum panasnya benci membakar hingga mati.

Kala jemari tak mampu merangkai kebersamaan, dan kegelisahan menjadi kebiasaan. Akankah saling memberi adalah sebuah keniscayaan, di kala hati tak mampu merangkai impian??

Jemari ini ingin sekali berbagi tentang kehidupan yang menawan. Dulu, saat-saat yang tidak pernah terlupakan. Manisnya detik demi detiknya menanam benih kerinduan. Sampai saat ini, langkah kaki ingin menujunya. Tapi, suara-suara samar itu menenggelamkan segala asa di dalam dada.

Sebelum semuanya terlambat. Aku ingin mengisahkan setiap detiknya adalah keindahan. Memberi untuk kembali, bukan harapan di dalam hati. Hanya sedikit senyuman yang kuberi dapat menanam benih kebaikan di lain hari.

Kepada mereka yang selalu setia, menjadi teman dalam keseharianku. Aku ingin memberi tanda pada pundak mereka, bahwa mereka pernah merasakan hangatnya pelukakku.

Kuharap kali ini bukanlah untuk terakhir kalinya bagiku.

Sebelum semuanya terlambat. Aku ingin sesegera mungkin menjauhi titik-titik pencipta benci di hati. Waktuku, adalah setengah dari bagian mereka yang hendak kucari. Dimana benci itu mereka rangkai dalam setiap cerita, di saat itu aku ingin sesegera mungkin memberi mereka cinta. Susah memang, tapi kuharap cinta mampu melenyapkan kebencian mereka.

Angga Rizuana
Bandung, November 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s