Destinasi

Ekspedisi Gunung Cikuray 2821 mdpl


Ekspedisi Gunung Cikuray 2821 mdpl

Diantara keindahan Indonesia, kami memilih Gunung Cikuray sebagai tempat destinasi dengan ketinggian 2821 mdpl (2821 meter di atas permukaan laut). Salah satu gunung yang berada di daerah Jawa Barat yang merupakan gunung tertinggi ke-4 setelah Gunung Ciremai (3078 mdpl), Gunung Pangrango (3019 mdpl) dan Gunung Gede (2958 mdpl).

Gunung Cikuray terkenal dengan bentuknya yang mengerucut, dan salah satu keistimewaannya adalah Gunung Cikuray tidak termasuk gunung aktif, jadi siapapun dan kapanpun bisa berdestinasi ke sana. Nah itu yang menjadi salah satu alasan saya dan teman-teman saya untuk memilih Gunung Cikuray sebagai tujuan ekspedisi di akhir tahun. Selain sebagai tujuan ekspedisi, kami memilih Gunung Cikuray karena letaknya yang strategis dan dekat dengan daerah kami, sehingga kami tidak perlu merauk ongkos yang terlalu banyak untuk sekedar berdestinasi. Terlebih kami masih amatir dalam hal mendaki gunung, dan belum ada skill khusus mengenai itu. 🙂 Yaa, makanya kami memilih Gunung Cikuray.

Semua rencana itu dimulai dari hal yang kecil dan awalnya saya menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Sebut saja teman saya namanya Agung, dia adalah pelopor dalam rencana ini. Tidak heran memang, karena dia suka sekali dengan alam bebas. Jika membahas tentang liburan maka dia yang terdepan dalam hal itu. Tidak heran juga karena memang liburan adalah salah satu hal penting bagi kami, terlebih kami adalah anak sekolah menengah atas yang menginginkan hal baru. Yaa dengan liburan, apa lagi?? Kami sudah bosan belajar di kelas yang setiap harinya mengerjakan tugas dari guru dan harus bergelut dengan waktu agar tugas-tugas itu selesai. Kami memilih untuk sejenak beristirahat dari kelelahan itu, membuka pikiran kami kepada alam yang belum terjamah. Yaa kami harus melihatnya dari tempat yang sangat tinggi, gunung. Di sanalah, kami mengharapkan imajinasi yang lebih tinggi yang bukan lagi sekedar mimpi. Kami harus mengalaminya secara langsung dan nyata. Di sanalah, gunung Cikuray.

Awalnya saya tidak mengindahkan apa yang diceritakan orang-orang mengenai gunung itu, tapi ketika teman saya menceritakannya dan seketika itu saya tertarik untuk kesana. Kebetulan teman saya yang berada di Cilawu, Garut mengetahui dan pernah mendaki Gunung Cikuray beberapa kali, sebut saja namanya Alba (nama aslinya Faisal). Dia yang menjadi leader dalam perjalanan kami.

Setelah beberapa hari kami bergelut dengan soal ujian akhir semester, akhirnya kami bertemu dengan hari yang direncanakan. Tepatnya tanggal 12 Desember 2012, kami langsung mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan diantaranya tas carrier/ransel, jaket, jas hujan, sarung tangan, senter/lamp, sepatu, tenda, perbekalan makanan dll. Semua itu kami lakukan karena mengingat medan yang harus kami lalui sangat ekstrim, sehingga kami harus preper semaksimal mungkin demi keamanan kami selama di perjalanan.

Awalnya kami merencanakan untuk start di pagi hari, tapi salah satu anggota kami menginginkan untuk berangkat di malam hari karena mungkin sudah tidak sabar untuk mendaki gunung, hehe. Sebut saja namanya Begin. Setelah berunding sekian lama, akhirnya kami memutuskan untuk start di malam hari, tepatnya pukul 20.00 WIB. Tidak ingin melewatkan momen berharga, kami mengabadikan momen awal perjalanan dengan berselfie ria.

Memang seharusnya kami start di kaki gunung, 😦 berhubung ada problem solving maka kami memutuskan untuk start jalan kaki jauh dari kaki gunung, yang ini memerlukan tenaga ekstra. Yaa kami mempunyai jiwa muda maka segala tantangan akan kami lalui dengan senang hati.

Tas sudah di punggung, perbekalan sudah maksimal dan perjalanan dimulai dengan berdoa terlebih dahulu untuk segala kelancaran dan keselamatan. 😀

Perjalanan belum sampai ke kaki gunung, tapi kelelahan dan rasa kantuk yang berat memaksa kami untuk beristirahat di salah satu daerah pemukiman warga, di sana kami langsung memasang tenda. Di waktu yang sama ada salah seorang bapak Brimob yang sedang berjaga di sana, katanya sih sedang melaksanakan tugas menjaga daerah pemukiman agar tidak ada yang menggangu, karena pada saat itu ada sedikit masalah dengan perkebuanan teh yang berada di kaki gunung. Sekelompok orang ada yang membuat teror-teror, entah apa yang pasti kami tidak diperkenankan untuk mengetahui itu.

Sempat dilarang untuk mendaki gunung oleh bapak Brimob itu, karena dikhawatikan keselamatan kami terancam. Tapi dengan pertimbangan dan diskusi yang lumayan lama, akhirnya kami diperkenankan untuk mendaki gunung. Kami pun senang dan lega, karena bagaimana tidak hal yang kami inginkan tidak jadi tertunda. Sebagai bukti bahwa kami akan mendaki gunung, maka identitas kami dicatat. Katanya sebagai keamanan, bila mana ada kejadian yang tidak diinginkan.

Tenda sudah terpasang, waktu menunjukan pukul 11.00 WIB. Setelah melalui perjalanan yang sangat melelahkan akhirnya kami merasa lega dan sudah saatnya tidur. Tapi apa mau dikata, perut kami terasa lapar dan akhirnya mau tidak mau kami harus memasak nasi. Kami mencari batang-batang pohon dan ranting-ranting untuk menyalakan api, kemudian salah satu anggota kami, Begin melaksanakan tugasnya, hehe. Jangan khawatir, skill dia sudah mempuni dalam hal menyalakan api. Setelah itu, jadilah semacam api unggun kecil yang mampu memasak nasi. Kami juga memanfaatkan api itu untuk menghangatkan tubuh kami, karena cuaca yang sangat dingin dan sedikit berembun.

Sambil menunggu nasi masak, kami melihat betapa indahnya langit-langit dunia. Di atas kami ada banyak cahaya berkilauan, di bawah kami juga ada cahaya-cahaya kecil seperti bintang, yaa kami melihat lampu-lampu rumah dari kejauhan, yang mana di sana adalah pusat kota Garut. Suasana semakin menunjukkan ketakjuban, di mana tidak ada lagi rasa khawatir dan mata kami sudah termanjakan oleh keindahan alam ini sebelum kami sampai di puncak gunung. Sungguh, kami merasakan ketenangan dan kedamaian di malam itu.

Nasi sudah masak, kami pun langsung menyantap hidangan istimewa itu, hehe. Yaa walaupun hanya sedikit, karena perbekalan hanya seadanya dan nasi itu harus cukup untuk kami makan di pagi hari. Setengah dari banyaknya nasi yang sudah masak kami simpan untuk bekal sarapan esok pagi hari, supaya tidak repot-repot lagi memasak nasi.

And then. Mata kami sudah tidak bisa bersahabat lagi. Seperti biasa, kami tidak lupa untuk berdoa bersama terlebih dahulu, itu sudah menjadi keharusan dalam kelompok kami. Yaa semacam isyarat bahwa kami bukan kelompok hura-hura. Pendaki gunung juga harus religius dong, iya kan?? Hehe.

Suasana semakin sepi, dan waktu sudah menunjukan pukul 01.00 WIB. Kami pun tertidur lelap. Zzzzz

setelah 4 jam kami beristirahat, kami pun terbangunkan oleh suara salah satu anggota kami, dia Begin yang pertama kali membangunkan kami oleh suaranya yang khas, sedikit berat untuk bangun karena kami belum cukup istirahat. Dan akhirnya, mau tidak mau kami harus bangun karena sang fajar sudah memberikan isyarat bahwa kami harus segera melaksanakan shalat shubuh.

Alhamdulillah untuk shalat kami tidak perlu repot-repot membuat sajadah alami, karena di sana ada mushola kecil yang terletak tidak jauh dari tenda kami. Kebahagiaan muncul ketika kami memulai pagi itu dengan shalat berjama’ah.

Suara burung mulai bersahutan, pagi menjelang dan matahari pun mulai menampakkan wajahnya. Tidak ingin melewatkan momen berharga, seperti biasanya kami mengabadikan momen itu dengan berfoto-foto. Salah satu anggota, Begin sudah siap dengan gaya khasnya di depan camera. Menampilkan mimik wajah kalem dan cool, sambil menyandang ransel di punggung dan memakai sepatu gunung di balik background sunrise. Tidak mau kalah, saya, Agung dan Alba langsung memakai syal kebanggaan masing-masing, dan bergaya ala backpacker. Haha..

Waktu menunjukan pukul 6.30 WIB. Waktunya kami preper untuk melanjutkan pendakian menuju puncak gunung.

Bersambung…. 🙂

To be continue..

😉 Writted by : Angga Rizuana

Iklan

1 thought on “Ekspedisi Gunung Cikuray 2821 mdpl”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s